SMAM 1 Gresik Rebut Juara 2 dan 3 English Story Telling Competition

Sebagai sekolah inovatif yang mengedepankan kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bahasa, SMA Muhammadiyah 1 Gresik selalu tidak kehabisan kader peserta didik yang mampu berprestasi di bidang bahasa dan sastra.

Kali ini siswa sekolah yang kita banggakan ini kembali unjuk gigi dengan langsung merebut juara 3 dan 2 dalam lomba English Story Telling Competition tingkat 6 kota (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) yang diselenggarakan pada hari Ahad 19 Februari 2017 oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Gresik.

Adalah Feri Irawan (XI MIPA-4) yang berhasil meraih juara 2 dan Defa Bekti Sartika (X IPS-2) meraih juara 3. Kedua peserta didik tersebut juga pernah meraih juara special awards story telling tingkat Jawa Timur pada ajang ME Confest 2016 tepat 2 bulan yang lalu yakni pada tanggal 19 Desember 2016 di Muhammadiyah Sidoarjo Square.

Guru pembimbing mereka, Ibu Dra.Nina Yovanti WNS merasa bersyukur kepada Allah SWT bahwa Feri dan Defa mampu menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa membawa pulang trophy kejuaraan tahunan yang bergengsi tersebut.

Semoga di kompetisi-kompetisi lainnya SMA Muhammadiyah 1 Gresik mampu tetap berjaya dengan selalu merebut kemenangan sebagai pembuktian bahwa sekolah ini adalah sekolah para juara.

Hogi Caesar Budianto Sang Hafidz Muda SMAM 1 Gresik Raih Juara 1 Tahfidz Nasional

Hogi tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya ketika dia diumumkan panitia kompetisi Tahfidz tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada hari Sabtu 18 Februari 2017 sebagai juara 1 utama. Pelajar kelas XI IPS-3 SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu merasa sangat bersyukur atas capaian prestasinya tersebut.

Hogi begitu nama akrab dia dipanggil oleh kawan-kawannya adalah alumni SMP negeri 1 Kedamean, semenjak kecil dia memiliki cita-cita mulia yakni menjadi seorang Imam di kota suci Mekkah. Pria kelahiran Surabaya 27 September 1999 tersebut secara keseharian memang berbeda dengan teman sebayanya yang kebanyakan menghabiskan waktu dengan bermain dan berhura-hura, namun Hogi menyelingi waktu luangnya di pondok Madinatul Ilmi dengan menghafal ayat-ayat Al Qur’an serta menjadi Imam sholat maghrib di Masjid Taqwa Muhammadiyah kemasan setiap hari dan menjadi seorang muadzin ketika waktu sholat Jum’at tiba.

Selain mempunyai kepribadian dan akhlak yang baik Hogi juga senang menulis, beberapa karya tulisnya sering dimuat di majalah sekolah. Tidak heran juga dia dipercayai kawan-kawannya sebagai pimpinan redaksi majalah Inspirasi dalam ekstrakurikuler jurnalistik.

Pembinaan karakter serta pendidikan akhlak yang baik yang telah diterapkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik menurut Hogi merupakan sistem yang bagus dan harus dipertahankan serta ditingkatkan, dia sendiri merasakan manfaatnya dengan adanya pembinaan akhlak dan karakter dari sekolah.

Semoga apa yang dicita-citakan Hogi tercapai, suatu saat dia akan menjadi Imam di kota Mekkah, Imam besar alumnnus SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Alumnus SMAM 1 Gresik Ini Belajar Kedokteran Sampai Ke Tiongkok.

SAFIRA

Kali ini kami akan berbagi kabar tentang salah satu alumnus SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang sekarang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Yuk kita berkenalan..

Safira Wachida adalah alumni SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang lulus pada tahun 2014, kisah dia menempuh studi pendidikan kedokteran di Tiongkok berawal dari orang tua Safira yang benar-benar ingin menyekolahkan Safira untuk menjadi dokter, ketika lulus SMA tahun 2014 dia memutuskan menjadi pejuang SNMPTN dan SBMPTN dengan memilih prodi pendidikan dokter.

Sayangnya gayung tidak bersambut, Safira gagal pada kedua seleksi tersebut. Namun perjuangannya masih terus berlanjut, dia mengikuti seleksi lain di sebuah Politeknik Negeri di Surabaya dengan memilih jalur tulis dan banting setir dalam memilih program studi. Akhirnya Safira dan orang tuanya sepakat untuk menunda pendidikannya selama 1 tahun dan berencana mengikuti SBMPTN di tahun berikutnya.

Ternyata Allah menunjukkan Safira jalan lain yang tidak disangka-sangka dan tentu saja tidak pernah dia rencanakan sebelumnya. Safira mendapatkan info berkuliah kedokteran ke Tiongkok lewat jalur mandiri dari saudaranya. Kemudian dia memutuskan mengikuti kursus Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris di sebuah lembaga bimbingan belajar di Surabaya selama kurang lebih 5 bulan.

Safira juga sempat belajar Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris di Pare, Kediri. karena pada saat itu salah satu persyaratan untuk mendaftar ke PTS di Tiongkok yang dia tuju adalah dengan wajib memenuhi score TOEFL 400.

Selama berada di Tiongkok, banyak sekali suka maupun duka yang Safira alami. Peristiwa yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, pengalaman menjadi anak rantau, serta teman baru dari berbagai negara. Safira sangat bersyukur meskipun bukan lewat jalur prestasi maupun jalur tulis, Allah masih memberinya kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Tiongkok dengan program studi yang selama ini dia dan orang tuanya idam-idamkan.

Di Tiongkok dia tidak hanya belajar ilmu kedokteran, namun dia juga belajar hidup jauh dari orang tua, belajar melawan homesick, Hhidup bertoleransi dan kemandirian. Selain itu, duka yang dia rasa rasakan adalah sulitnya beradaptasi.

Banyak perbedaan yang Safira temui, baik itu perbedaan musim, makanan, budaya, terutama agama. Namun lambat-laun dia merasakan manfaat dari semua duka yang dia alami karena ternyata semua cobaan yang Allah berikan tersebut sedikit-banyak memberikan pelajaran bagi Safira untuk selalu bangun ketika dia merasa terjatuh.

Siswi Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini Sudah Hafal 30 Juz Al Qur’an!

 

Program Intensif Tahfidzul Al-Quran adalah sebuah program baru yang digagas oleh SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Program ini dilaksanakan di Al – Qur’an Learning Center “Rumah Aisyiyah”, Jl. Anyelir 1 No 4 BP Wetan – Gresik.

Alhamdulillah ada 34 santri di program ini, dan kebanyakan dari mereka sudah mampu menghafal di atas 5 Juz. Bahkan ada seorang santri yang sudah hafal 30 Juz, atas nama Fanana Salsabilah (Alumni dari SMP IT Al-Ibrah Gresik) kelas X-MIPA 2.

Fanana merasa sangat gembira dengan diadakannya program intensif Tahfidzul Al-Qur’an ini dikarenakan kegiatan tersebut dapat membantu dirinya untuk terus menjaga hafalan Al Quran-nya. Dia mengajak generasi muda untuk menjadi generasi Islam yang berakhlak Qur’ani sehingga kelak jika sudah dewasa para pemuda Islam dapat menjadi pemimpin bangsa yang baik dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di masa depan. Oleh karena itu dia juga mengajak siswa dan siswi SMP terutama yang sekarang duduk di kelas IX yang ingin menjadi seorang Tahfidz untuk bergabung mendaftar di SMA Muhammadiyah 1 Gresik serta mengikuti program Tahfidzul Al Qur’an ini.

Sebagai informasi, program Tahfidzul Al-Quran ini telah berjalan sejak 2 tahun yang lalu, dan di laksanakan 2 hari dalam seminggu di Sekolah. Senin, Selasa untuk kelas XI dan Rabu, Kamis untuk kelas X. Dan Alhamdulillah, sejak tanggal 21 Januari 2017, PD Aisyiyah Gresik memfasilitasi “Rumah Aisyiyah” untuk Program ini, sehingga sekolah bisa menambah hari untuk para santri menghafalkan Al Qur’an, yaitu di hari Jum’at, Sabtu & Ahad. Jadi total ada 5 hari dalam 1 minggu untuk melaksanakan Program ini.