Sejumlah Prestasi Almarhum B.J Habibie yang Bisa Menjadi Inspirasi Bagi Pelajar SMAM 1 Gresik

Innalillahi wa innaillaihi Rojiun, SMA Muhammadiyah 1 Gresik turut berduka cita atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke-3 Bapak B.J Habibie.

Sosok Almarhum B.J. Habibie begitu dikenal hingga kini. Pemilik nama asli Bacharuddin Jusuf Habibie tersebut memiliki segudang prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dikenal cerdas dan ahli dalam dunia penerbangan, kiprah B.J. Habibie membuat berbagai pihak berdecak kagum. Sederet pencapaian yang beliau ukir semakin membuat namanya harum. Bahkan, kisah hidupnya diangkat menjadi film layar lebar. Capaian sukses B.J. Habibie layak dijadikan teladan dan menjadi inspirasi bagi pelajar SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Berikut ini adalah beberapa prestasi B.J. Habibie yang membanggakan.

1. Meraih gelar doktor dengan predikat summa cumlaude kala menimba ilmu di Jerman.

Tak semua orang bisa mendapatkannya. B.J Habibie muda dianugerahi kecerdasaan luar biasa. Sejak di bangku sekolah, beliau mendapat prestasi di bidang eksata. Ketika berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Habibie menerima beasiswa kuliah di Aachen, Jerman. Dirinya pun mengambil kesempatan emas tersebut.Keuletannya semasa menimba ilmu di negeri orang membuahkan hasil. Beliau memperoleh gelar diploma dengan predikat cumlaude pada 1960. Lima tahun berselang tepatnya pada 1965 Habibie menyabet gelar doktor dengan predikat summa cumlaude berkat nilai rata-rata 10 alias sempurna. Sebuah pencapaian yang tak semua orang bisa meraihnya.

2. Penemu salah satu teori kedirgantaraan sehingga dijuluki Mr. Crack.

Kejeniusan Habibie dalam dunia dirgantara juga melahirkan penemuan penting. Semasa menjadi engineer di Jerman, beliau menggali fenomena keretakan pada konstruksi pesawat. Habibie mempelajari hal tersebut dan akhirnya mencetuskan teori untuk menghitung keretakan hingga pada tingkatan atom material konstruksi pesawat. Rumus yang dinamai Faktor Habibie ini pun diakui oleh dunia penerbangan dan dipakai oleh berbagai perusahaan maskapai di dunia.

3. Diangkat menjadi wakil direktur perusahaan penerbangan Jerman.

Berada di negeri rantau ternyata membuka jalan karier bagi Habibie. Setelah menamatkan gelar diploma, beliau bekerja di Firma Talbot yang merupakan perusahaan kereta api. Pada perusahaan tersebut Habibie mendesain kereta untuk mengangkut barang dalam jumlah besar. Rancangannya dituntaskan menggunakan teknologi konstruksi sayap pesawat. Kariernya berlanjut setelah menyabet gelar doktor. Habibie mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB). Di perusahaan tersebut, Habibie pernah menduduki dua jabatan sekaligus, yakni Direktur Teknologi dan Vice President MBB.

4. Raih sejumlah penghargaan internasional berkat jasanya pada dunia dirgantara

Berkat sumbangsih di bidang dirgantara Habibie memperoleh sejumlah penghargaan. Kesuksesan merumuskan Faktor Habibie membuatnya menerima penghargaan Edward Warner Award dan Award von Karman. Penghargaan tersebut setara dengan hadiah Nobel. Tak hanya dari luar negeri, penghargaan juga datang dari dalam negeri salah satunya diberikan oleh ITB. Kampus tempat beliau menimba ilmu tersebut memberi penghargaan tertinggi yaitu Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana. Pemerintah Jerman juga tak ketinggalan memberi apresiasi berupa dua penghargaan yakni Das Grosse Verdientkreuz dan Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband.

5.Ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. IPTN, produksi pesawat milik bangsa.

Kembali ke Indonesia tak membuat Habibie meninggalkan dunia penerbangan. Pada 1976 ketika PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio pertama kali berdiri, Habibie langsung menemepati posisi penting sebagai Presiden Direktur. Selama berada di perusahaan itu, Habibie berhasil menciptakan pesawat pertama buatan Indonesia yang dinamai N250 Gatot Kaca. Pesawat cipataannya itu sudah dapat terbang tanpa mengalami oleng berlebihan dan menempuh 900 jam terbang. Tahun 2017 lalu, Habibie bahkan kembali melanjutkan proyek pesawat terbang dengan nama seri R80.

6. Jabat Menteri Riset dan Teknologi hingga jadi Presiden RI menggantikan Pak Soeharto.

Kiprahnya selama di Indonesia tidak hanya berkutat di dunia penerbangan. Habibie masuk dunia politik dengan menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi periode 1978 hingga 1998. Pada Maret 1998 beliau menempati posisi sebagai Wakil Presiden RI ke-7 mendampingi Soeharto. Jabatannya sebagai Wakil Presiden ternyata hanya berumur singkat. Pada 21 Mei 1998 tepatnya dua bulan setelah dilantik sebagai Wapres, Habibie ditunjuk sebagai Presiden Indonesia ke-3 menggantikan Soeharto yang lengser. Meski hanya menjabat selama satu tahun lima bulan, kiprahnya sebagai seorang kepala negara tak boleh dipandang sebelah mata. Kiprah B.J. Habibie di dalam maupun luar negeri sudah sepatutnya mendapat apresiasi. Kita sebagai generasi penerus dapat meneladani apa yang telah dicapai oleh beliau. Semoga pencapaian Habibie dapat menjadi penyemangat untuk meraih prestasi gemilang. (Disadur dari IDN Times)

Vicky

English teacher | website content writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *