Smamsatu Gresik Menjadi Satu – Satunya Sekolah Yang Mempunyai Liga Futsal Antar Kelas

Mulai bulan Desember 2018 samapai dengan Maret 2019 nanti, SMA Muhammadiyah 1 Gresik melalui Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) akan telah mengadakan Liga Futsal Antar Kelas, yang diberi nama SMAM Super League (SSL). Kegiatan ini, adalah merupakan kegiatan tahun kedua. pada SSL tahun 2018 lalu, dimenangkan oleh kelas XII IPS – 2 sebagai Juara 1.

SSL 2018 -2019 ini sendiri dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Masrin,S.Pd.,SE pada tanggal 12 Desember 2018. Ia berharap liga futsal ini akan menjadi ajang latihan bagi anak – anak PR IPM Smamsatu Gresik untuk menghandle suatu acara, dan juga ajang latihan bagi peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Gresik, terutama yang suka olahraga futsal, agar mereka siap untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.

“Saya berharap, anak – anak PR IPM bisa mengambil kesempatan ini untuk berlatih dalam mengadakan suatu acara, dan untuk anak – anak futsal bisa menggunakan kegiatan ini sebagai ajang latihan untuk menghadapi kompetisi sesungguhnya di luar sana,” katanya.

Selain diikuti oleh semua kelas X sampai kelas XII, liga futsal ini juga diikuti oleh klub dari guru -guru Smamsatu Gresik, termasuk Kepala Smamsatu Gresik, Ainul Muttaqin, S.P.

“InsyaAllah hanya SMA Muhammadiyah 1 Gresik lah yang mengadakan Liga Futsal antar kelas yang salah satu pesertanya adalah guru – guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik,” kata Ainul (MAS)

Begini Alasan Kapolsek Sidayu Daftarkan Anak Kembarnya di Smamsatu Gresik

Launching Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik secara resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik Taufiqulloh MPdi, Sabtu, (12/1/19).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Smamsatu Gresik Ainul Muttaqin SP memberikan apresiasi kepada Kapolsek Sidayu AKP Tatak Sutrisno SH dan Anggota Satlantas Polres Gresik Bripka Yuli Widyaningsih M—pasangan suami istri calon wali siswa yang telah mendaftarkan putra kembarnya kali pertama secara inden sejak April 2018.

“Selain mendapatkan formulir gratis, salah satu dari mereka juga akan mendapatkan fasilitas bebas biaya Dana Pembangunan dan Pendidikan (DPP), karena mereka adalah anak kembar,” kata Ainul Muttaqin.

Bripka Yuli Widyaningsih mengaku percaya dan yakin bahwa Muhammadiyah dapat menuntun dua putranya itu menjadi anak yang shaleh dan berakhlak mulia. “Karena kami juga berasal dari keluarga besar Muhammadiyah,” ujarnya.

Dia berharap, di SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini si kembar bisa lebih baik dalam menuntut ilmu agama dan ilmu umum. “Sehingga nantinya mereka bisa memanfaatkan ilmunya dengan baik untuk dirinya sendiri, agama dan orang lain,” ungkapnya. (M. Ali Safa’at)