Select Page

Jumat 23/20/2020 SMA Muhammadiyah 1 Gresik mengadakan kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) rutin mingguan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting yang diikuti seluruh guru dan staff karyawan. Pada kesempatan tersebut Bapak Marzuki Yatim, S.Pd. Fis. mendapatkan kesempatan menyampaikan kultum dengan tema “5 macam kenikmatan Dunia dalam Surah Ar-Rahman” yang akan penulis rangkum dalam tulisan berikut;

Pendahuluan

Ar-Rahman merupakan surat ke-55 dalam kitab suci Alquran. Surat yang turun di Kota Mekah ini terdiri dari 78 ayat dan berisi tentang kemurahan Allah SWT serta nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada jin dan manusia baik di dunia maupun di akhirat, dimana 1/3 menjelaskan kenikmatan di dunia dan 2/3 menjelaskan kenikmatan di akhirat. Nikmat artinya anugerah yang di berikan Allah kepada kita tanpa berusaha dan berdoa, nikmat juga sulit dicari anonimnya, ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki kita menikmati anugerah yang diberikan pada kita baik di dunia maupun di akhirat.

Terdapat 31 Kalimat Pengulangan tentang Kebersyukuran Nikmat, Pengulangan ayat yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. Setiap kali Allah memaparkan kenikmatan yang diberikan kepada hamba-hambanNya, Allah selalu bertanya dengan kalimat tersebut. Jumlahnya pun cukup banyak yakni mencapai 31 kali pengulangan. Kalimat ini bisa ditemukan pada ayat ke-13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.

Adapun 5 macam kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita saat di dunia yg tercantum dalam surat Ar Rahman adalah :

1. Nikmat Ilmu

Dalam Surah Ar-Rahman ayat ke-1 hingga ke-4 terdapat makna yang mendalam tentang hikmah ilmu pengetahuan;

اَلرَّحْمٰنُۙ

(1) (Allah) Yang Maha Pengasih,

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ

(2) Yang telah mengajarkan Al-Qur’an.

خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ

(3) Dia menciptakan manusia,

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

(4) mengajarnya pandai berbicara.

QS Ar- Rahman 1-4

Ilmu adalah sebab keridhoan Allah Ta’ala, dan sebab kehidupan yang baik di dunia, di alam barzah, dan di alam akhirat. Ilmu adalah sebab lurusnya sikap dan terdidiknya jiwa. Dia adalah sebab, bagi orang yang ikhlas menuntut ilmu dan dalam mengamalkan ilmu, selamat dari berbagai kejelekan yang banyak macam dan jenisnya. Jika kita berilmu maka hal tersebut adalah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT karena kita bisa mengetahui banyak hal dan tentu saja dengan ilmu, Allah SWT dengan ridhonya akan menaikkan derajad kita.

Baca Juga:  Kolom Ahad Pagi: Jika Ingin Sehat Hindari SAKIT

2. Nikmat Sujud/patuh

Dalam Surah Ar-Rahman ayat ke-5 dan ke-6 terdapat makna yang mendalam tentang hikmah ketundukan;

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ

(5) Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

(6) dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).

QS Ar- Rahman 5-6

Jika manusia diperintahkan untuk tunduk kepada Allah SWT, hanya sebagian dari manusia yang melakukannya sebab sifat dasar manusia yang penuh dinamika. Namun tunduknya matahari dan benda langit kepada Allah tak mengenal kata tidak.

Miliaran benda langit seperti planet, bintang-bintang, matahari (juga bintang), galaksi, seluruhnya berada dalam peredaran yang diperintahkan Allah. Tak ada satu pun manusia yang dapat menghitung jumlah ruang, batas, hingga bilangan dari benda langit tersebut.

Kekuasaan Allah memang tak bisa diukur, maka tepat kiranya mengapa bila dikatakan bahwa miliaran benda langit tersebut berada dalam garis edar yang telah Allah tentukan. Sedahsyat apapun kekuatan benda-benda langit dalam memainkan perannya di dalam tata surya atau pun galaksi, sesungguhnya mereka hanyalah benda tanpa kuasa. Mereka tunduk dan taat perintah Allah, sehingga yang mereka lakukan hanyalah menuruti perintahNya.

3. Nikmat Keseimbangan

Dalam Surah Ar-Rahman ayat ke-7 hingga ke-9 terdapat makna yang mendalam tentang hikmah keseimbangan;

وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ

(7) Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,

اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ

(8) agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

(9) dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

QS Ar- Rahman 7-9

Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan perhitungan yang tepat. Perhitungan itu ditimbang dengan takaran yang sesuai. Sehingga segala sesuatu yang ada di alam semesta ini menjadi seimbang. Kita juga sangat dilarang untuk merusak keseimbangan alam semesta ini. Mengapa? Karena kita adalah khalifah yang diberi amanah untuk menjaga yang ada di muka bumi ini tetap baik, seperti yang Allah ciptakan pada mulanya.

Baca Juga:  Kolom Guru: Memaknai Kemenangan Hakiki di Hari yang Fitri

4. Nikmat Sumber Daya Alam (SDA) di Bumi

Semua yang ada di permukaan bumi baik tumbuhan, laut, perhiasan, ufuk timur dan barat semuanya diperuntukkan untuk kebutuhan manusia. Sebagaimana yg tercantum pada Surah Ar-Rahman ayat ke-10 sampai dengan ayat ke-25.

5. Nikmat Ihsan

Semua kenikmatan yg diberikan Allah di dunia akan berakhir pada saat yg ditentukan, kecuali kita berihsan kepada Allah, sebagaimana tercantum dalam Surah Ar-Rahman ayat ke-26 dan ke-27.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ

(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

(27) tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

QS Ar- Rahman 26-27

Surah Ar-Rahman yang sangat luar biasa maknanya juga seharusnya mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT dengan menumbuhkan sifat ihsan pada diri kita.

Ihsan secara bahasa artinya lawan dari berbuat buruk. Secara syara’, ihsan adalah merasa diawasi Allah baik ketika sepi maupun ramai atau dalam istilah lain saat engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak merasakan begitu, ketahuilah, bahwa Dia melihatmu.

Penutup

Kita hidup di dunia diawali dengan proses kenikmatan yang di anugerahkan kepada kedua orang tua kita, kita hidup di dunia dipersilahkan untuk menikmati segala yang sudah tersedia dan diakhirat kenikmatan sudah menanti kita dengan syarat kita selalu sujud dan bersyukur kepada-Nya.
fa biayyi ālāi rabbikumā tukażżibān.

Informasi: Link inden pendaftaran peserta didik baru SMA Muhammadiyah 1 Gresik klik disini.

Bagikan Konten Ini Melalui:
Baca Juga:  Kolom Guru: Teladan Maulid Nabi Muhammad SAW
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00