Wanda Nur Nabilah dan Windi Nur Fadilah adalah peserta didik kembar SMA Muhammadiyah 1 Gresik penyandang disabilitas tunanetra yang saat ini sedang duduk di kelas X IPS 1 program Muhammadiyah Boarding School (MBS). Mereka berdua menyandang tunanetra sejak lahir dari keluarga yang sederhana di daerah Kedamean, Gresik. Menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SD di daerah Cerme kemudian melanjutkan di SMP YPAB di daerah Gebang Putih Surabaya. Wanda dan Windi kemudian melanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Gresik, sekolah umum yang memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus (inklusi).

Meskipun sebagai kembar penyandang disabilitas tunanetra, Wanda dan Windi, sapaan akrab mereka berdua, saat ini mampu menghafal 6 juz Al Qur’an melalui metode hafalan auditory (mendengarkan). Melalui ketekunan dan kedisiplinan yang mereka terapkan setiap harinya untuk menambah hafalan setiap harinya. Selama masa pandemi COVID-19 ini mereka berdua menjalani proses belajar mengajar melalui sistem daring, melalui aplikasi khusus WhatsApp Text to Speech yang diinstall di smartphone, mereka rajin mempelajari materi dan mengerjakan tugas secara online.

Atik Anjarwati, S.PSi sebagai guru pendamping khusus mengatakan bahwa Wanda dan Windi mempunyai semangat yang luar biasa dalam semangat belajar, dibuktikan dengan aktifnya mereka berdua dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Ditemui di kesempatan yang berbeda, Ainul Muttaqin, S.P, M.Pd, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik mengatakan bahwa dalam banyak kesempatan SMA Muhammadiyah 1 Gresik selalu ditunjuk sebagai wakil kabupaten Gresik tingkat SMA untuk sekolah inklusi dikarenakan sekolah ini sudah menerima dan mempunyai fasilitas penunjang untuk proses pendidikan peserta didik berkebutuhan khusus.

Share this: