Etika adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.  Secara Etimonologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethicos” yang artinya timbul dari suatu kebiasaan.

Sebelum virus covid-19 melanda Indonesia, segala macam kegiatan, kebiasaan, dalam berbagai macam sektor berjalan sebagaimana mestinya. Termasuk di sektor pendidikan.

Segala aktifitas,kebiasaan,kegiatan belajar mengajarpun berjalan dengan semestinya.  Namun, semua itu berubah 360 derajat.  Bayangkan saja, segala macam kegiatan dalam hal proses pembelajaran menjadi berbeda, bahkan sekarang munculah istilah “New Normal” atau normal baru.

Semua lapisan masyarakat tidak ada yang tidak tahu apa itu “new normal?”. Semua orang saat ini sudah cukup teredukasi dengan segala kebiasaan-kebiasaan baru seperti: harus selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas apapun, ada pengecekan suhu tubuh di sarana-sarana umum, wajib menggunakan masker ketika keluar rumah, menjaga jarak aman dan tidak berkerumun atau physical distancing yang semua itu diterapkan di segala aktifitas dan di semua tempat baik itu sarana transportasi umum, ruang terbuka, sarana publik lainnya termasuk penutupan wisata dan sekolah sementara.

PPKM level 3 dan 4 resmi diperpanjang mulai hari Senin 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan instruksi PPKM untuk wilayah Jawa-Bali dan di luar Jawa Bali. Instruksi tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 24, 25 dan 26 Tahun 2021.

Semua sektor mengalami perubahan kebijakan khususnya di sektor pendidikan. Semua pelajar di seluruh penjuru tanah air terutama didaerah yang mengalami Zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Ketentuan tersebut berbunyi:

“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online”.

Perbedaan yang paling signifikan ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring adalah Guru tidak lagi menjadi orangtua kedua bagi siswa disekolah. Karena pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing dengan pendampingan dari masing-masing orangtua di rumah. Maka dari itu 100 % proses pembelajaran dilakukan bersama orangtua atau pendamping dirumah.

Oleh karena hal tersebut, pola komunikasi yang dilakukan oleh peserta didik kepada Guru maupun staf karyawan di masa pembelajaran daring ini perlu dibuatkan panduan yang bisa diterapkan kepada para peserta didik untuk selalu sopan dan beretika di dalam proses pembelajaran jarak jauh atau bahkan masih bisa terus digunakan pada saat proses pembelajaran tatap muka setelah pandemi ini berakhir.

Etika yang harus kita sosialisasikan kepada peserta didik adalah dalam hal berkomunikasi dengan Guru melalui perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti WhatsApp, line, telegram dsb seperti:

  1. Perhatikan waktu yang tepat untuk mengirim pesan, hindari waktu istirahat dan ibadah.
  2. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, hindari penggunaan istilah alay dan singkatan.
  3. Peserta didik bisa mengawalinya dengan ucapan Assalamu’alaikum dan selamat pagi, siang dll.
  4. Untuk menunjukkan sopan santun dan kerendahan hati, contohnya: “Mohon maaf mengganggu waktu Bapak/Ibu.
  5. Sebutkan nama dan kelas agar Bapak/Ibu guru/staff mengenalimu. Kalian bisa menyebutkan nama lengkap dan kelas.
  6. Sampaikan tujuan ketika menghubungi Bapak/Ibu guru/staff dan ucapkan terima kasih setelah semuanya tersampaikan.

Untuk versi PDF panduan etika berkomunikasi diatas bisa diunduh disini: ETIKA KOMUNIKASI KEPADA GURU DAN STAF SMAMSATU GRESIK

Memang tidaklah mudah untuk mengubah kebiasaan yang turun temurun dijalani, tiba-tiba harus berubah menjadi kebiasaan dan normal baru. Butuh kerjasama dari semua pihak baik dari orangtua,peserta didik,  tenaga pengajar, dan semua elemen masyarakat agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan dan khususnya bagi semua pelajar harus selalu menjunjung tinggi budi pekerti dan Etika terhadap Guru maupun staff tenaga kependidikan.

Terima kasih semoga bermanfaat.

Share this: