Select Page

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan ternyata masih ada beberapa kasus yang dialami oleh pelajar terkait perundungan atau pembullyan sehingga mereka megalami tekanan baik secara psikis maupun mental. Meliha kejadian tersebut PR IPM Smamsatu gresik dan tim BK ( Bimbingan Konseling) mengelar kegiatan Roots sekolah anti perundungan Sabtu, (19/09/2021) di Ruang Inovative School SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Sekilas tentang perundungan

Perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti secara fisik, verbal, dan psikologis oleh seseorang terhadap seseorang yang merasa tidak berdaya. Salah satu ciri khas perundungan atau bullying adalah ketidakseimbangan kekuatan yang dimiliki pelaku dan korban perundungan.

Baca juga: Hebat, Program Unggulan Smamsatu Ini Hasilkan Peserta Didik Yang Mampu Sampaikan Kultum Dalam 5 Bahasa

Dilansir dari media komunikasi liputan 6 bahwa beberapa korban bullying mengalami tekanan secara psikis sehingga mereka melakukan bunuh diri, fenomena tersebut menunjukan bahwa bullying memiliki pengaruhyang kuat dalam membentuk metal pelajar.

Arahan Kepala Sekolah SMAM 1 GRESIK tentang program anti perundungan (Foto oleh Ali Safaat)

Kegiatan Roots sekolah anti perundungan tersebut di pimpin oleh dua fasilitator yakni Wiwit Dwi Wahyu, S.Hum dan Nihayatur Rohma, S.Psi.dalam kegiatan tersebut Pemateri menyampaikan bahwa bentuk bullying ada bebrapa macam yakni

Pertama bullying fisik Bullying fisik adalah tindakan intimidasi yang dilakukan sebagai usaha mengontrol korban dengan kekuatan yang dimiliki pelakunya. Termasuk di antaranya menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya. Bullyin ini menyebabkan luka yang akan menimbulkan dendam.

 

Kedua bullying relasional tipe perundungan yang dilakukan secara emosional dan kerap luput dari perhatian orangtua dan guru. Padahal tipe perundungan ini tidak kalah berbahaya. Dalam agresi relasional, biasanya pelaku berusaha menyakiti korban dengan menyabotase status sosial mereka dengan cara:

 

  1. Mengasingkan korban dari kelompok
  2. Menyebarkan gosip atau fitnah
  3. Pelaku berusaha menaikkan kedudukan sosial sendiri dengan mengendalikan atau mengintimidasi korban.

Ketiga Bullying verbal merupakan jenis perundungan dengan menggunakan kata-kata, pernyataan, dan sebutan atau. Pelaku perundungan verbal akan terus melakukan penghinaan untuk meremehkan, merendahkan, dan melukai orang lain.

 Baca juga: Hebat, Program Unggulan Smamsatu Ini Hasilkan Peserta Didik Yang Mampu Sampaikan Kultum Dalam 5 Bahasa      

Mengingat sangat berbahayanya bullying terhadap pengembangan pelajar maka IPM dan BK (Bimbingan Konseling) Smamsatu sepakat unruk menjadi agen Anti perundungan agar siswa nyaman belajar dan mampu mengembangkan potensi dalam diri mereka secara maksimal.

Share this: