Select Page

Baru-baru ini masyarakat disuguhkan dengan tren spirit doll (Boneka arwah), di berbagai media sosial seperti Whatshap, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lainnya, juga sedang muncul eksistensi serta fenomena baru yakni tentang “memelihara” mainan boneka arwah tersebut. Menjadi perbincangan hangat dalam acara talkshow ketika seorang public figure memperlihatkan bayinya yang dianggap oleh lawan bicaranya adalah Boneka atau Toys.

Fenomena boneka arwah ini telah menimbulkan keresahan di tengah kehidupan masyarakat berbagai macam pandangan terhadap fenomena tersebut diungkapan baik oleh tokoh agama, psikolog, praktisi seni, pengamat sosial Budaya bahkan Psikiater. Bagi sebagaian orang yang memililki boneka arwah mereka percaya bahwa boneka boneka tersebut membawa keberutungan, kenyamanan dan kebahagiaan. Sehingga boneka tersebut diperlakukan layaknya seperti anak atau bayi.

Pandangan Islam terkait Boneka Arwah

Fenomena tentang spirit doll ini mendapat kan perhatian dari Muhammad Naufal, Lc., M.S.I. (Kordinator Pengasuh MBS Smamsatu Gresik)

“Fenomena Boneka arwah yang sedang terjadi di kalangan artis maupun selebgram saat ini sangat rawan menyesatkan aqidah dan tauhid umat islam. Ajaran islam melarang kita untuk mengadopsi boneka sebagai anak apalagi memperlakukanya layak seperti halnya kita merawat seorang bayi hidup. Memahami boneka arwah atau spirit doll dengan adanya roh anak kecil yang ada didalamnya sangat betentangan dengan pengetahuan dan keimanan. Dalam Islam roh manusia yang sudah meninggal akan berpindah ke kehidupan alam Barzakh, maka tidak benar bila kita meyakini bahwa apa yang ada dalam boneka tersebut adalah roh, melainkan jin atau setan keji yang ingin menyesatkan manusia”.

Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman dalam Al-Quran;

Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan”. (Al- Mu’minun ayat 100).

Bila kita simak secara detail dalam Al-Quran bahwa boneka atau benda mati tidak akan bisa dimasuki oleh arwah atau diberi nyawa, hal ini sangat bertentangan dengan rukun iman yang pertama tentang konsep Ke- Esaan Allah.

Baca Juga:  Berbagi Kasih Ramadan, Santri MBS Madinatul Ilmi Smamsatu Gelar Santunan 250 Anak Yatim dan Dhuafa

Penyampaian Muhammad Naufal, Lc., M.S.I. juga selaras dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Dadang Kahmad,M.S.I ( Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

“Soal arwah menurut ajaran Islam, keyakinan saya, itu sudah disimpan oleh Allah di alam barzah, jadi tidak bisa dipanggil-panggil atau tidak bisa dimintai pertolongan karena mereka sedang istirahat baik orang baik atau orang buruk,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.” Kamis (6/1).

Boneka Arwah bukan sarana keberuntungan

Muhammad Naufal, Lc., M.S.I menambahkan dari segi tauhid sangat jelas, umat islam tidak diperbolehkan menyandarkan permohonan dan meminta sesuatu selain kepada Allah.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (surah Al- Fatihah : 5)

Anggapan boneka arwah atau benda lainnya sebagai pendatang keberuntungan dan pembawa pertolongan tidak lebih sebagai perbuatan syirik yang harus dihindari;

“(Dialah) Tuhan timur dan barat, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (Al-Muzzammil: 9)

Amalan yang membuat umat Islam Beruntung

Agar kita beruntung dunia akhirat maka yang harus kita lakukan adalah melaksanakan salat dan zakat. Shalat dan zakat menjadi amalan kedua yang membuat seseorang mampu meraih keberuntungan dalam hidupnya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surat Lukman ayat 4-5. Dalam ayat tersebut Allah berfirman;

“Yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat. Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Lukman: 4-5).

Selain zakat dan sholat ada amalan yang membuat kita beruntung didunia dan akhirat yakni membantu anak yatim Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

Seiring berkembangnya zaman mari kita bersama sama menjaga aqidah kita agar tidak melenceng dari apa yang di ajarkan oleh Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Kolom Ahad Pagi: Jika Ingin Sehat Hindari SAKIT

Kontributor : Wiwit Dwi Wahyu, S.Hum.

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00