Select Page

Drs. KH. Masyhud Bahri dalam tausiahnya di Masjid Al Qolam Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik mengungkapkan betapa guru tidak bisa libur dari literasi.

Hal ini disampaikan di hadapan Guru dan Karyawan sekolah yang telah resmi menempati Gedung barunya itu pada hari Jumat tanggal 21 Januari 2022 sekitar pukul tujuh pagi.

Drs. KH. Masyhud Bahri ketika mengisi kajian di Masjid Al-Qolam Smamsatu Gresik, Jumat (21/01/22)

Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat kala itu mengambil tema Rihlah Akhirat atau Perjalanan Akhirat.

Kiai Masyhud demikian ia biasa disapa, pada awal tausiahnya mengungkapkan;

“Orang yang tidak punya sesuatu tidak bisa memberi sesuatu”.

Maka dari itu, ia berpesan agar semua guru dan karyawan di SMA Muhammadiyah 1 Gresik memiliki ilmu yang luas, agar dapat memberikan ilmu itu untuk orang lain.

Guru senior ponpes Maskumambang Dukun itu mengungkapkan;

“Makanya guru tidak boleh libur dari literasi,” himbaunya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk memberi, harus mempunyai sesuatu untuk diberikan. Ia juga menjelaskan hubungan literasi dengan penggalan kata dalam Al Qur’an yakni Iqro dan Nun.

RIHLAH AKHIRAT

Ustadz yang juga Pembina Ponpes Ulul Albab yang merupakan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah Mojopetung Dukun Gresik ini kemudian menjelaskan bagaimana perjalanan Panjang menuju Akhirat. Penjelasan tersebut semakin jelas karena takmir masjid Al Qolam sudah menyiapkan alat proyektor untuk presentasi. Sehingga gambar dapat dengan jelas terlihat pada layar berukuran besar yang tersedia di Masjid sekolah tersebut.

Tampak di layar, bagaimana urut-urutan perjalan manusia mulai lahir ke dunia hingga mereka kelak berada di surga atau neraka.

Materi Pengajian Drs. KH. Masyhud Bahri tentang perjalanan hidup manusia di berbagai masa.

Visualisasi yang berwarna warni menambah semangat peserta mengikuti tausiah yang berlangsung sekitar satu jam itu.

Ustad Masyhud juga memberikan visual berupa kolom-kolom perjalanan menuju akhirat. Dimana tampak dalam bagan tersebut, kehidupan dunia menempati satu kolom, sementara ada 13 kolam lagi dimulai dari alam kubur. Hal itu menunjukkan betapa kehidupan di dunia ini hanyalah sekejap saja.

Baca Juga:  Merespon Melonjaknya Kasus Covid - 19, Inilah Yang Dilakukan Guru, Wali Murid, dan Alumni Smamsatu Gresik

Di akhir tausiahnya Ustadz Masyhud membuka tanya jawab yang kemudian disambut oleh Enik Marweni dengan sebuah pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi penutup dari tausiah jum’at pagi hari itu.

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00