Select Page

Apel pagi yang dilaksanakan SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu), Senin (31/1/2022) diawali dengan persiapan masing-masing pasukan peserta apel dan pengondisian lapangan tempat apel di halaman sekolah di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Gresik. Setelah semua peserta apel siap, apel pagi pun dimulai dengan penuh khidmat.

Dra Ainun Jariyah, dalam amanatnya di hadapan siswa kelas 12 yang akan melaksanakan ujian praktik ibadah dan kelas 10 menyampaikan, sebagai manusia harus melimpahkan rasa syukur ke hadapan Allah subhanahu wata’ala atas karunia nikmat yang tak terhingga.

“Bahkan, jika air selautan menjadi tinta untuk menuliskan nikmat tersebut, niscaya tak akan cukup untuk menuliskan satu per satu,” ungkap Ainun Jariyah.

Lebih jauh, mantan wakil kepala sekolah bidang kurikulum itu menambahkan, dalam ilmu matematika dipelajari teori kemungkinan, yang di dalamnya terdapat kemustahilan, kemungkinan, dan kepastian. Karena itu, manusia diberi Allah ruang untuk berikhtiar guna mencapai yang diinginkan. Ruang inilah yang berada di antara kemustahilan dan kepastian.

Peserta didik terlihat mengikuti apel pagi dengan khidmat.

Ainun menekankan pesannya untuk para peserta didik, setiap manusia punya peluang untuk menaikkan nilai dirinya dan prestasinya dengan menggali ilmu dan menemukan hal-hal baru melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh.

“Kita tidak tahu akan seperti apa kehidupan kita ke depan. Mungkin dengan ikhtiar tersebut kita bisa mendapatkan ilmu, kekayaan, dan kesuksesan dalam hidup,” ujarnya.

Pada akhir amanatnya, ia menegaskan, banyak hal yang ditemukan dari hasil perjuangan para ilmuwan yang terus menerus berikhtiar, mulai dibuatnyai pesawat, internet, ecommerce, yang pada awalnya semua itu mungkin tidak terbayangkan. Tapi, akhirnya terwujud dengan adanya pengembangan yang dilakukan manusia.

“Tetapi semua pencapaian kesuksesan tersebut tidak akan berguna jika kita tidak menghiasi diri dengan akhlak mulia,”  pungkasnya.

Sebelum apel berakhir, untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, kegiatan ini diselingi dengan pemutaran lagu-lagu nasional. Kali ini lagu dengan judul “Halo-halo Bandung” diperdengarkan kepada seluruh peserta apel. Semua ikut menyanyikan lagu nasioal tersebut dengan semangat, sehingga mereka merasa siap untuk mengikuti pembelajaran di kelas. (*)

Baca Juga:  Tiga Pesan Penting Kadinas Pendidikan Jawa Timur Pada Kegiatan PMO Sekolah Penggerak di Smamsatu

Kontributor: Enik Marweni, S.E, M.M.

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00