Select Page

SMAM1GRESIK.SCH.ID — Hadirnya Syeikh Syaikh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza dari Gaza, Palestina membawa berkah tersendiri bagi santri dan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik. Betapa tidak, di tengah padatnya jadwal safari dakwahnya di Gresik selama sepekan, Syeikh Ahmad masih menyempatkan diri memberikan kajian tahsinul qira’ah kepada seluruh santri dan santriwati program MBS tersebut.

Kajian rutin tahsinul Quran dilaksanakan selama sepekan, selama jadwal safarinya di Gresik, sejak 8 hingga 14 April 2022. Kepada santri putra, kajian diberikan ba’da Subuh. Sementara santriwati kebagian selepas salat Ashar. Tempat kajiannya juga terpisah. Untuk para santri (putra) dilaksanakan di aula pondok. Sementara santriwati menggunakan Masjid Al Qolam Smamsatu Gresik sebagai lokasi tahsin.

Suasana kajian tahsin santri MBS Madinatul Ilmi Smamsatu bersama Syeikh Akhmad

Selama kajian tahsin Quran berlangsung, Syeikh Ahmad sangat mengapresiasi semangat para santri dalam memperbaiki bacaan Alfatihahnya. Sebelum kajian dimulai, Syeikh Ahmad selalu memulai dengan menjelaskan suatu hadist berikui ini.

“Barang siapa yang membaca Al Quran dan dia sudah pandai, maka dia akan bersama malaikat yang agung. Dan, barang siapa yang membaca Al Quran dan dia mengalami kesulitan, maka dia mendapatkan dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala atas kesulitanya”.

Ia lalu menekankan betapa pentingnya surat Alfatihah dengan mengutip hadist yang menjelaskan tidak sahnya salat seseorang ketika tidak membaca surat Alfatihah. Oleh karena itu, semangat para santri pun kian membara dakam mengikuti kajian tahsinul Quran itu. Ini yang membuat kajian berlangsung penuh semangat, interaktif, menggembirakan, dan hidmat.

Teknis kajian tersebut berupa talaqqi langsung dari Syeikh Ahmad, ayat per ayat, kemudian diikuti oleh seluruh santri. Selanjutnya, ada beberapa santri yang ditunjuk untuk membacakan secara pribadi dan akan di-islah secara langsung. Jika ada pelafalan huruf atau bacaan yang kurang tepat dari santri, seketika dilakukan perbaikan oleh Syeikh Ahmad.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Santri MBS Smamsatu Ilham Saputra Sampaikan Pesan Hormati Jasa Pahlawan

Di akhir pertemuan, Syeikh Ahmad menyimak bacaan surat Alfatihah santri dan santriwati satu per satu untuk mengevaluasi. Menurut Syeikh Ahmad, bacaan santri dan santriwati sudah tepat. Harapannya, nantinya para santri itu dapat meng-islah bacaan Alfatihah anggota keluarga saat pulang ke rumah masing-masing.

Suasana kajian tahsin santri MBS Madinatul Ilmi Smamsatu bersama Syeikh Akhmad

Nazareena, salah seorang santriwati MBS kelas X1 memberikan kesan, ia sangat antusias mengikuti kajian tahsin yang dibimbing Syeikh Ahmad. Sebab, lewat kajian itu ia lebih mengetahui bagaimana harus membaca Alfatihah secara benar.

“Dulu saya merasa, bahwa bacaan saya sudah benar. Ternyata masih ada bacaan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Dikatakan, meskipun mengajar dengan bahasa Arab, penjelasan Syeikh Ahmad sangat mudah dipahami. Diharapkan, ke depanya banyak syeikh dengan kemampuan tahsin yang mumpuni dapat mengajar di MBS Madinatul Ilmi Smamsatu Gresik.

Sebelum Syeikh Ahmad, Maret 2022, MBS Madinatul Ilmi juga kedatangan tamu istimewa, yakni syeikh nashiruddin dari Al Azhar Mesir, pemagang sanad qiraah asyro (10 riwayat bacaan Al Quran). Diharapkan, dengan berguru pada para syeikh, para santri dan santriwati MBS Madinatul Ilmi Smamsatu Gresik kelak menjadi ahli Al Quran yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, juga untuk kepentingan dakwah Islam. (*)

Penulis: Hadiyatan Wasilah, M.Pd.

Bagikan Konten Ini Melalui:
Baca Juga:  Guru Bahasa Inggris Asal Kanada dan Australia Mengajar di Kelas Internasional Smamsatu Gresik
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00