Select Page

Momentum Ramadan memantik kreativitas dan inspirasi Tim Bimbingan dan Konseling (BK) SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik dalam mengembangkan layanan. Kali ini tampil beda dari biasanya. Ap aitu?

Biasanya, fokus Tim BK adalah memberikan bimbingan dan konsultasi seputar karier dan masa depan siswa. Namun pada Ramadan 1443 H/2022 ini, Tim BK Smamsatu Gresik memberikan layanan terkait sopan santun. Layanan ini mulai diterapkan kepada peserta Pesantren KIlat Darul Arqom (PKDA).

Layanan untuk menanamkan adab sopan santun ini dibuka dalam dua sesi. Pertama, melayani peserta PKDA putri pada Senin (11/4/2022). Sementara pada sesi kedua diberikan kepada peserta putra pada Kamis (14/4/2022). PKDA sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar tiap bulan suci Ramadan.

Yang berbeda dengan layanan sebelumnya, pada kegiatan PKDA tahun ini, tidak menitikberatkan pada penjelasan yang diberikan oleh guru dan siswa hanya mendengarkan, melainkan siswa diminta untuk langsung action bersama kelompok yang telah dibentuk dengan menuliskan perilaku sopan yang dapat dilakukan generasi milenial dalam kehidupannya.

“Ketika kita bertemu dengan guru baik yang mengajar di kelas atau tidak, maka silakan menundukan kepala dan beri sapaan secara santun,” ungkap Wiwit Rahmya Rosintan, MPsi, psikolog di salah satu kelas putri dan putra.

“Hal tersebut merupakan bentuk atau praktik yang paling sederhana dalam perilaku sopan santun di sekolah maupun di luar sekolah,” tandasnya.

Dari beberapa materi kelompok yang disampaikan, etika sopan santun dalam pergaulan dan berpakaian sangat menghidupkan suasana diskusi dalam kelas. Berbagai pertanyaan dan tanggapan bermunculan dari para peserta. Diskusi atau dialog interaktif pun berjalan dengan gayeng.

Selain itu, Wiwit, sapaan akrab Rahma Rosintan, juga menambahkan, materi tersebut sesuai dengan visi-misi sekolah, yakni membentuk generasi inovatif Islami, namun tetap berpegang pada Al Quran dan Hadist. Targetnya, membentuk generasi milenial yang ber-akhlakul karimah.

Sementara Ayuhan Purwandani, SPsi selaku pemateri dan panitia PKDA, mengungkapkan, materi sopan santun itu dimaksudkan memberikan pembiasan kepada peserta agar dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah (keluarga) atau dalam kehidupan sosial, mampu menerapkan adab yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Heboh Spirit Doll, Ini Tanggapan Ustaz Naufal, Lc., M.S.I. Sebagai Pengasuh MBS Smamsatu

“Tujuan dari pemberian materi layanan sopan santun pada acara PKDA ini, yaitu sopan santun terkait dengan akhlak yang dicontohkan Rasulullah, saling menghargai, menghormati, dan lemah lembut dalam bertutur dan bersikap, serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari.,” jelas Ayuhan Purwandani, SPsi selaku pemateri dan panitia PKDA. (*)

Penulis: NNihayatur Rohmah, S.Psi.

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00