Loading

PWMU.CO – Pusat Asesmen Pendidikan (PAP) Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melakukan uji coba instrumen Asesmen Non Akademik Tes Bakat Skolastik (ANA-TBS) di SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, Kamis (3/11/2022).

Uji coba ini berlangsung serentak di lima kota. Yaitu Palembang-Sumatera Selatan, Purwokerto-Jawa Tengah, Gresik-Jawa Timur, Palangkaraya-Kalimantan Tengah, dan Ambon-Maluku.

Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menunjuk 12 dari 121 SMA/SMK di Kabupaten Gresik untuk dijadikan tempat uji coba. Yakni SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMA Muhammadiyah 8 Gresik, SMA NU 1, SMK NU, SMK Semen Gresik, SMA Negeri 1 Gresik, SMA Negeri 1 Cerme, SMA Negeri 1 Menganti, SMA Negeri 1 Kebomas, SMA Negeri 1 Manyar, SMK Negeri 1 Duduk Sampean, dan SMK Negeri 1 Cerme.

Staf Pengolah Data SMA Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Kabupaten Gresik Sudiyono Setyawan SKom mengatakan, Gresik terpilih mewakili bagian barat Indonesia. Selain belum pernah menjadi lokasi sampel uji coba itu, kabupaten ini punya sekolah-sekolah dengan fasilitas dan sumber dana manusia cukup baik untuk uji coba online (daring).

“Cabdin Kabupaten Gresik menunjuk Smamsatu sebagai salah satu SMA yang mempunyai sarana memadai dan mudah dijangkau karena berada di tengah kabupaten,” ujarnya.

Uji coba melalui perangkat komputer masing-masing sekolah tanpa memerlukan server lokal. Sebab, soal dan jawaban terkoneksi langsung dengan server PAP Kemdikbudristek.

Setiap sekolah uji coba dalam satu sesi selama sehari dengan pengawasan langsung oleh petugas PAP BSKAP Kemdikbudristek. Adapun jadwalnya diatur Cabdin pendidikan setempat antara tanggal 2-3 November 2022.

Sebanyak 40 Peserta mengerjakan soal TBS selama 90 menit dan Tes Kepribadian selama 15 menit. Di antara kedua tes itu ada waktu istirahat selama 5 menit.

Menurut Perekayasa Madya PAP Kemdikbudristek Dr Idwin Irma Krisna SSi MSi yang mengawasi langsung di Smamsatu, uji coba ini untuk mendapat informasi karakteristik butir-butir soal yang sedang dikembangkan. “Tingkat kesulitannya, daya beda soalnya, dari ratusan butir soal yang diujicobakan ini akan diseleksi untuk dimasukkan ke dalam bank soal,” paparnya.

Selain itu, untuk mengetahui efektivitas pengambilan data, di antaranya terkait waktu yang diberikan, evaluasi format soal, dan kesiapan jaringan. Dari uji coba ini akan didapat instrumen asesmen yang ideal untuk mengetahui kemampuan/potensi skolastik siswa. “Sehingga bisa ditentukan layanan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuannya,” imbuhnya. (*)

Bagikan Konten Ini Melalui:
×

Powered by SMAMSATU GRESIK

× WhatsApp Admin