Loading

SMAM1GRESIK.SCH.ID– Siswa SMA Muhammadiyah 1 (smamsatu) Gresik ikut studi lapangan bertema ‘Strategi Pemberdayaan Masyarakat’ di Desa Ngebret  Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, JawaTimur, Rabu (15/2/2023).

Secara berkelompok, mereka mewawancarai informan pemberdayaan makanan ringan, sentra sarung, dan sentra kemoceng. Berbagai penelitian lapangan bermunculan. Salah satunya dari Febi Abdullah Achmad kelas XII IPS 1. Dia meneliti ‘Pemberdayaan Makanan Ringan di UD. Tiga Bersaudara’.

Putra guru Ekonomi Smamsatu Febi Abdullah Achmad ini mengungkap, “Menyenangkan sekali! Ini adalah pengalaman baru dalam pembelajaran sekaligus bisa menghilangkan rasa bosan.”

Hal senada juga Suhail Bahasuan, siswa kelas XII IPS 1, sampaikan. “Menurut saya program studi lapangan ini sangat inovatif dan memberikan pengalaman yang unik bagi saya karena mendapat kesempatan langsung belajar di lokasi,” kata siswa yang melakukan studi lapangan di sarung Tenun Wedani itu.

Menurut Nafis Okbah siswa kelas XII IPS 2 yang meneliti beragam produk di UD Griya Snack Barokah, studi lapangan ini dapat membantu siswa mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang berbagai macam upaya strategi pemberdayaan masyarakat.

“Dengan belajar di lapangan ini, kelompok kami mengetahui macam-macam produk yang dijual oleh masyarakat Desa Ngebret, lalu kita dapat mengetahui alasan di balik berdirinya rumah produksi, dan juga mengetahui pendapatan pemilik produksi tersebut,” katanya.

Siswa Smamsatu wawancara dengan pelaku pemberdayaan makanan ringan di Cerme, Gresik, Jawa Timur. (Istimewa/PWMU.CO)

Sementara Yasmin Bahasuan kelas XII IPS 1 yang meneliti Sentra Kerajinan Kemoceng mengatakan, melalui studi lapangan ini, dia memperoleh banyak manfaat. Sebab, dapat melakukan pengamatan langsung di lapangan.

“Dengan studi lapangan, kita dapat mengetahui berbagai usaha yang dilakukan masyarakat di Desa Ngebret mulai dari pembuat jajan, pengrajin kemoceng, sampai produksi sarung juga. Selain itu juga bisa mencoba secara langsung berbagai jajan yang ada di sana. Seperti basreng, kerupuk seblak, dan aneka ragam keripik lainnya,” ungkapnya.

Hal itu juga diungkap Irfan Ramadhan siswa kelas XII IPS 2 yang meneliti sentra makanan ringan. “Saya semakin giat dalam kegiatan belajar mengajar karena telah mengetahui kondisi langsung di lapangan yang berhubungan dengan pelajaran yang telah dipelajari,” ujarnya.

Di sisi lain, Waka Kurikulum Smamsatu Nurul Ilmiyah SPd menyatakan, “Studi lapangan ini merupakan salah satu pembelajaran mata pelajaran sosiologi dengan belajar langsung di masyarakat. Ini merupakan upaya Smamsatu dalam menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.” (*)

Bagikan Konten Ini Melalui:
×

Powered by SMAMSATU GRESIK

× WhatsApp Admin