Loading

SMAM1GRESIK, SCH.ID – Rasa bahagia dan haru dirasakan oleh Faishal Amri, siswa kelas XII MIPA 2 International Class Orientation (ICO). Dia salah satu dari 26 siswa Smamsatu Gresik yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023.

“Alhamdulillaah saya sangat bahagia bisa diterima di perguruan tinggi negeri yang saya inginkan lewat jalur SNBP 2023 ini. Karena inilah sesuatu yang bisa saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, sebagai bentuk rasa terima kasih saya kepada mereka berdua. Dan semoga ini semua bisa membuat mereka bangga kepada saya,” katanya.

Selain itu, pemain tim inti basket putra Aremu Smamsatu ini juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Smamsatu Gresik, terutama para bapak ibu guru dan terkhusus tim BK Smamsatu yang telah membantu nya meraih apa yang ia impikan.

“Saya ingin mempersembahkan keberhasilan saya menembus SNBP 2023, kepada guru-guru Smamsatu Gresik yang supersabar, yang telah tulus mendidik saya hingga saat ini. Terkhusus untuk tim BK Smamsatu yang luar biasa. Terima kasih banyak atas semua bimbingan dan petunjuk nya, hingga saya bisa menembus IPB, PTN terfavorit,” katanya.

Sementara itu, rasa bangga dan bahagia juga dirasakan oleh kedua orang tua Faishal Amri, terutama ayahnya, Ratmana.

Pria kelahiran Gunungkidul, 10 Maret 1964 ini sangat bahagia dan bersyukur putranya bisa diterima di IPB lewat jalur SNBP 2023 di bulan Ramadhan yang penuh rahmah ini.

“Tentu pertama kali tidak lain adalah ucapan syukur yang sedalam-dalamnya karena pada bulan yang penuh keberkahan ini Allah melengkapi nikmat berupa diterimanya ananda Faishal Amri melalui jalur undangan (SNBP 2023) ini”, ujarnya.

Selanjutnya, suami dari Leny Rakhmawati, Guru Kimia Smamsatu Gresik, ini juga ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Smamsatu Gresik, karena keberhasilan putranya tidak terlepas dari andil dari Sekolah Inovatif ini.

“Tentu, sebagai orang yang beriman, semua ini karena jalan Allah. Tetapi, peran Smamsatu tentu sangat besar, pasti itu. Ribuan langkah perjalanan menuju IPB dimulai satu langkah di Smamsatu Gresik. IPB juga tentu akan mempertimbangkan nama baik Smamsatu, bukan semata-mata karena individu Faishal Amri. Faishal Amri bukan siapa-siapa tanpa eksistensi Smamsatu Gresik. IPB bisa memberi nilai lebih dari seorang Faishal Amri juga karena eksistensi institusi Smamsatu Gresik,” katanya.

Ratmana (dua dari kanan), ketika sedang bersama keluarga (Istimewa/PWMU.CO)

Selanjutnya Ketua Komite Smamsatu Gresik ini, berpesan kepada putranya untuk selalu fokus dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu kedepan, harus segera move on untuk menyiapkan diri guna bersaing lagi dengan anak-anak pilihan lainnya yang juga diterima melalui jalur ini.

Tidak lupa, ia juga menyampaikan pesan kepada putranya tercinta, agar jangan lupa dan tetap menjaga nama baik almamater tercinta Smamsatu Gresik.

“Smamsatu Gresik saya ibaratkan sebagai ibu kandung. Jadi sampai kapanpun, akan tetap rindu, sayang, hormat, dan menjunjung tinggi nama besar Ibu Kandung. Jangan lupa pula, keberadaannya sekarang akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi IPB untuk selalu mempertimbangkan kualitas adik-adik kelasnya di masa yang akan datang jika berkeinginan untuk meneruskan belajar di IPB,” tuturnya.

Terakhir, pria yang suka berolahraga ini memiliki harapan, dengan diterimanya Faishal Amri di IPB, semoga bisa memotivasi diri sendiri untuk terus berbenah diri dan menyiapkan diri guna persaingan selanjutnya.

“Bagi Smamsatu, dengan diterima anak didik di IPB harus menjadi motivasi semangat semua Insan Smamsatu guna mencetak lulusannya agar mampu bersaing di manapun dengan tetap membawa karakter asli lulusan Smamsatu Gresik sebagai insan Muslim yang berakhlak mulia,” harapnya.

Bagikan Konten Ini Melalui:
×

Powered by SMAMSATU GRESIK

× WhatsApp Admin