Muhammadiyah Boarding

School (MBS) Madinatul Ilmi

SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Wartawan MNC TV dan Metro TV melakukan liputan prestasi Tahfidz tingkat nasional yang diraih oleh santri MBS Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Daya Tampung Muhammadiyah Boarding School (MBS) Putra

Daya Tampung Muhammadiyah Boarding School (MBS) Putri

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH MADINATUL ILMI

Pada tahun 2000, Uripan Nada (Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik), Nurjannah (Bendahara SMA Muhammadiyah 1 Gresik), Taufiqullah Ahmadi (WAKA bidang ISMUBA SMA Muhammadiyah 1 Gresik), dan Shofiyah Mahri (mantan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik) mulai merintis pendirian pondok pesantren Muhammadiyah Madinatul Ilmi Gresik. Rintisan itu dilatarbelakangi oleh adanya siswa/siswi SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang indekos dan tersebar di sekitar lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Gresik tanpa adanya pembinaan di bidang ibadah maupun akademik.

Sebagai bentuk tanggung jawab sekolah terhadap siswa/siswinya, pihak SMA Muhammadiyah 1 Gresik telah mengupayakan pembinaan siswa/siswi yang indekos bekerja sama dan berkoordinasi dengan pemilik rumah-rumah yang digunakan oleh siswa/siswi untuk indekos. Namun karena kurang maksimal, dengan bukti masih adanya perilaku-perilaku siswa/siswi yang tidak terkontrol, akhirnya diputuskan bahwa penting adanya pesantren untuk membina siswa/siswi SMAM 1 Gresik yang selama ini indekos di sekitar lingkungan sekolah.

 Usaha pertama yang dilakukan untuk mendirikan pesantren Madinatul Ilmi adalah dengan menyewa rumah milik Hj. Mas’amah di jalan Faqih Utsman Kemuteran Gresik untuk santri putra. Sedangkan untuk santri putri disewakan rumah milik H. Yusuf di jalan Nyai Ageng Arem-arem.

 Setelah itu, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi mendapat pinjaman rumah kuno dari bapak Zainuddin Masduqi di jalan K.H. Kholil. Oleh keluarga Zainuddin Masduqi, pondok diminta untuk membangun/merenovasi sampai layak huni. Setelah layak huni, pondok diizinkan untuk menempati rumah tersebut untuk asrama santri.

 Selanjutnya pondok mendapat wakaf/hibah dari keluarga H. Rusydi Afandi berupa rumah di jalan Nyai Ageng Arem-arem. Pada awalnya, rumah hibah ini digunakan untuk asrama santri putra. Setelah santri semakin banyak dan tidak lagi tertampung di rumah yang disewa dari Hj. Mas’amah, akhirnya digeser. Santri putri menempati rumah hibah/wakaf dari keluarga H. Rusydi Afandi, sedangkan santri putra menempati rumah milik keluarga Zainuddin Masduqi di Jalan K.H. Kholil sampai sekarang.

 Dipilihnya nama “Madinatul Ilmi” adalah karena pondok pesantren ini berada di wilayah perkotaan sehingga diberi nama Madinatul Ilmi yang memiliki arti kota ilmu. Dipilihnya nama tersebut dengan harapan supaya pesantren ini kelak menjadi pusat ilmu.

 Mulai tahun pelajaran 2020/2021, sekolah membuat penguatan untuk pondok dengan program MBS (Muhammadiyah Boarding School). Program MBS yang telah berjalan ini berbeda dengan konsep sebelumnya karena dengan program MBS, pondok juga berkontribusi untuk membina peserta didik pada jam pelajaran. Dengan konsep MBS ini diharapkan pembinaan peserta didik (santri/santriwati) lebih maksimal.

Ustad Al Masyhad, S.E.I

Wakil Mudir MBS Madinatul Ilmi, SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Share this: