Select Page

Peneliti : Aulia Dwi Rahmawati
Kelas : XII MIPA 1
Guru Pembimbing : Leny Rakhmawati, S.Si

Abstrak

Korosi dalam istilah sehari-hari dikenal sebagai peristiwa perkaratan. Korosi ini sebenarnya merupakan peristiwa oksidasi logam oleh gas oksigen yang ada di udara membentuk oksidanya Korosi biasa terjadi di dalam paku yang berbahan dasar besi sebagai akibat interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam tulisan ini disajikan hasil percobaan tentang analisa ketahanan korosi pada paku besi. Metode yang digunakan dalam percobaan ini yaitu meletakkan paku pada gelas plastik yang diberi berbagai macam larutan. Kemudian mengamati perubahan pada cairan dan paku tersebut selama 7 hari. Dengan variabel responnya adalah massa paku yang hilang. Dari percobaan ini diperoleh bahwa paku yang di masukkan dalam larutan garam memiliki laju korosi yang paling cepat dan paku dalam minyak goreng mengalami korosi yang paling lambat. Dan hasil tersebut terdapat kesesuaian dengan teori, yaitu ketika sebuah logam besi dimasukkan ke dalam larutan yang asam, maka akan terjadi korosi yang sangat cepat.

Kata Kunci :  korosi, oksidasi logam

  1. PENDAHULUAN

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan karbonat.

Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.

Fe(s) ↔ Fe2+(aq) + 2e             Eº = +0.44 V

Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.

O2(g) + 2H2O(l) + 4e ↔ 4OH(aq)     Eº = +0.40 V

atau

O2(g) + 4H+(aq) + 4e ↔ 2H2O(l)       Eº = +1.23 V

Ion besi (II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3. xH2O, yaitu karat besi.

Faktor-faktor  yang mempercepat terjadinya korosi adalah :

  1. Air dan kelembaban udara

Dilihat dari reaksi yang terjadi pada proses korosi, air merupakan salah satu faktor penting untuk berlangsungnya korosi. Udara lembab yang banyak mengandung uap air akan mempercepat berlangsungnya proses korosi.

  1. Elektrolit

Elektrolit (asam atau garam) merupakan media yang baik untuk terjadinya transfer muatan. Hal ini mengakibatkan elektron lebih mudah untuk diikat oleh oksigen di udara. Air hujan banyak mengandung asam, sedangkan air laut banyak mengandung garam. Oleh karena itu air hujan dan air laut merupakan penyebab korosi yang utama.

  1. Permukaan logam yang tidak rata

Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan, yang akhirnya akan berperan sebagai anode dan katode. Permukaan logam yang licin dan bersih akan menyebabkan korosi sulit terjadi, sebab kutub-kutub yang akan bertindak sebagai anode dan katode sulit terbentuk.

  1. Terbentuknya sel elektrokimia

Jika dua logam yang berbeda potensial bersinggungan pada lingkungan berair atau lembab, dapat terbentuk sel elektrokimia secara langsung. Logam yang potensialnya lebih rendah akan segera melepaskan elektron ketika bersentuhan dengan logam yang potensialnya lebih tinggi, serta akan mengalami oksidasi oleh oksigen dari udara. Hal tersebut mengakibatkan korosi lebih cepat terjadi pada logam yang potensialnya rendah, sedangkan logam yang potensialnya tinggi justru lebih awet. Sebagai contoh, paku keling yang terbuat dari tembaga untuk menyambung besi akan menyebabkan besi di sekitar paku keling tersebut berkarat lebih cepat.

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya korosi besi dengan menggunakan berbagai media.

  1. METODE PRAKTIKUM

               Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum  ini adalah  minyak goreng, garam dapur, air, cuka, gelas plastik, kapas,  paku baru, karet, plastik, dan label untuk nama gelas

Untuk prosedurnya, mula-mula setiap gelas diberi  label agar mudah untuk mengamatinya. Untuk gelas plastik pertama diisi dengan kapas dan satu paku, kemudian tutup gelas dengan plastik dan karet. Dengan perlakuan yang sama, untuk gelas plastik kedua sampai kelima secara berturut -turut diisi dengan air bersih,  air cuka , larutan garam dan minyak goreng.  Kemudian paku dimasukkan ke dalam masing – masing gelas tersebut dan diamati selama tujuh hari.

Gambar 1. Bahan dan alat percobaan faktor terjadinya korosi

    Keterangan :

  1. Minyak goreng
  2. Garam dapur
  3. Air
  4. Gelas plastic
  5. Cuka dapur
  6. Label
  7. Paku
  8. Karet
  9. Plastik

Gambar 2. Hasil percobaan terjadinya korosi

Keterangan                :

Gelas 1 : Berisi paku yang diletakkan di atas kapas.

Gelas 2 : Berisi paku dan air bersih.

Gelas 3 : Berisi paku dan air cuka.

Gelas 4 : Berisi paku dan air garam.

Gelas 5 : Berisi paku dan minyak goreng.

 

  1. HASIL PENGAMATAN

 Tabel  Hasil  pengamatan terjadinya korosi selama 7 hari.

     Beradasarkan  tabel pengamatan diatas menunjukkan proses terjadinya korosi yang paling cepat  dimulai pada hari kedua  yaitu pada  gelas yang berisi paku yang terdapat  di dalam larutan garam, kemudian pada hari ketiga terjadi pada gelas yang berisi paku yang ada di dalam air cuka. Pada hari keempat, terjadi korosi pada paku yang ada di dalam air bersih, dan paku yang berada diatas kapas, terjadi korosi pada hari keenam.  Untuk paku yang berada di dalam  minyak goreng tidak  mengalami korosi.

  1. KESIMPULAN

Proses terjadinya korosi besi yang paling cepat adalah paku yang berada di dalam larutan garam. Urutan terjadinya korosi besi dimulai dari yang  paling cepat adalah gelas yang berisi paku yang terdapat  di dalam larutan garam, diikuti  paku yang berada di dalam air cuka, kemudian pada paku yang berada di dalam air bersih, dan terakhir pada paku yang berada diatas kapas, Untuk paku yang berada di dalam  minyak goreng tidak  mengalami korosi.

Video Korosi

Share this: