Select Page

Penulis: Wiwit Dwi Wahyu, S.Hum

Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru. Bila kita bertanya siapakah pahlawan yang tulus ikhlas mengabdi untuk mencerdasakan kehidupan bangsa ? maka jawabnaya adalah guru. Guru di Era Milineal masih dianggap sebagai cahaya penerang bagi kehidupan masyarakat. Sebagaimana dalam hymne Guru bahwa guru sebagai pelita dalam kegelapan dan patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.

Tugas Guru di Era Milineal

Era milineal atau lebih dikenal dengan generasi Y merupakan keadaan sosiaal masyarakat yang sudah akrab dengan kemajun teknologi dan informasi. Era milineal ini tugas guru tidak hanya mengajar saja secara tekstual saja. Guru juga mengajarkan tentang mentalitas generasi yang hebat, merubah akhlak dan menata hati generasi muda agar menjadi generasi muda bermartabat. Selain itu semua tugas dari guru yang urgent adalah menjadi EMASLeaI (Educator, Manager, Supervisor, Leader, Innovator,).

Educator merupakan peran utama yang harus dijalankan oleh guru yakni sebagai pendidik  mulai dari sikap kepribadian dan contoh bagi peserta didik agar terbentuk generasi pelajar yang bermartartabat dan berkemajuan.

 

Manager, penddik juga memiliki tugas untuk mengegakan ketentuan dan tata tertib yang ada disekola agar terbentuk sisiwa yang disiplin dan bertanggung jawab atas yang dilakukan oleh peserta didik

 

Peran guru sebagai supervisor terkait dengan pemberian bimbingan dan pengawasan kepada peserta didik, memahami permasalahan yang dihadapi peserta didik, menemukan permasalahan yang terkait dengan proses pembelajaran, dan akhirnya memberikan jalan keluar pemecahan masalahnya.

 

 Peran sebagai leader bagi guru lebih tepat dibandingkan dengan peran sebagai manager. Karena manager bersifat kaku dengan ketentuan yang ada. Dari aspek penegakan disiplin misalnya, guru lebih menekankan disiplin mati. Sementara itu, sebagai leader guru lebih memberikan kebebasan secara bertanggung jawab kepada peserta didik. Dengan demikian, disiplin yang telah ditegakkan oleh guru dari peran sebagai leader ini adalah disiplin hidup.

Tantangan pelajar di masa depan

2045 Indonesia akan mengalami surplus demografi dan ini menjadi tantangan bagi pelajar sekarang, agar pelajar mampu bersaing dimasa depan ada dua kesadaran yang harus dibangun:

pertama, Kesadaran diri pribadi (private self awarnness): adalah pemfokusan pada aspek yang relatif pada diri seperti mood, persepsi dan perasaan. Orang yang memiliki kesadaran jenis ini yang dominan akan lebih cepat memroses informasi yang mengacu pada dirinya dan memiliki gambaran tentang diri sendiri yang lebih konsisten.

kedua, Kesadaran diri publik (public self awarnnes): adalah perahtuan diarahkan pada aspek tentang diri yang tampak atau kelihatan pada orang lain seperti penampilan dan tindakan sosial. Orang yang memiliki kesadaran diri publik yang tinggi akan cenderung menaruh perhatian pada identitas sosialnya dan reaksi orang lain pada dirinya. Berdasarkan pemaparan para tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengakui atau mengenal perasaan diri ataupun keadaan dimana seseorang bisa memahami dirinya sendiridan juga merupakan syarat agar kita dapat bekerja dengan orang lain secara efektif.

Harapan guru untuk pelajar di masa yang akan datang

  1. Pendidikan modal inspirasi masa depan

Melihat di berbaga platform dimedia sosial bahwa guru memiliki harapan yang besar kepada para pelajar. Harapan guru guru tersebut adalah para pelajar jangan pernah puas dengan hanya belajar di tingkat sekolah mereka harus menjadi profesor, doktor, kontraktor, pemangku kepentigan kenegaran dengan tetap memegang semngat kemauisan agar terwujud keadailan yang beradab.

  1. Bebas berkreasi dan berinovasi

Menjadi seorang terpelajar harus memiliki kebebasan berkexspresi dan berinovasi, karena dengan hal tersebut akan menambah khasanah pengetahuan dalam menghadapai dinamika kehidupan di masa yang akan datang.

  1. Orangtua turut berperan mendidik bersama anak

Orangtua diharapkan turut berperan dalam mendidik anak. Cara-cara yang bisa dilakukan milsanya berkomunikasi dengan guru, mengajarkan nilai-nilai baik di masyarakat, apresiasi anak, mendengarkan cerita anak, dan konsisten mengikuti nilai-nilai pelajaran di sekolah. orangtua harus aktif berkomunikasi dengan guru. Orangtua bisa menanyakan perkembangan anak selama di sekolah maupun di rumah.  guru tidak bisa bergerak sendiri untuk mendidik siswa karena pasti hasilnya tidak signifikan harus ada peran dari orangtua dan sekolah. “Orang tua perlu ada dan mendampingi anak-anak mereka tanpa harus menekan dan membebaninya

Share this: