Select Page

SMAM1GRESIK.SCH.ID – Agama Islam memberikan perhatian yang sangat besar terkait akhlak. Bahkan, salah satu misi utama diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, selain untuk mendakwahkan ketauhidan adalah menyempurnakan akhlak umat manusia.

Demikian intisari dari khutbah Jumat di masjid Al Qolam di Gedung SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Gresik, Jumat (28 /1/2022). Bertindak selaku khatib dan imam salat Jumat adalah Arif Rahmat Mujahidin, siswa kelas 12  MIPA 3 yang juga santri Muhammadiyah Boarding School (MBS).

Apa yang disampaikan sang khatib merupakan nukilan hadits Rasulullah riwayat imam Bukhori dan Imam Ahmad. “Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik,” ujar Arif menukil bunyi hadits tersebut.

Hadist itu, sambungnya, menjelaskaan, bahwa Islam memberikan perhatian yang sangat besar dalam persoalan akhlak. Ini menguatkan salah satu misi utama diutusnya Rasulullah Muhammad SAW selain untuk mendakwahkan tauhid, adalah menyempurnakan akhlak manusia.

Pelajar asal Bungah, Gresik itu menjelaskan, sebenarnya dalam diri manusia sudah dikenal adanya sifat, perilaku, dan sikap yang baik dan mulia sebelum datangnya peradaban Islam. Dalam konteks Bangsa Arab sebagai objek dakwah pertama, di kalangan mereka sudah dikenal berbagai akhlak mulia sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Kemudian Rasulullah datang untuk lebih menyempurnakan yang sudah baik menjadi semakin baik dan yang kurang ditambah agar menjadi baik. Akhlak yang buruk semakin dipersempit agar tidak menjadi akhlak umum yang menyebar di lingkungan masyarakat. Dikatakan, secara umum ada beberaa sebab mengapa Islam begitu besar perhatiannya terhadap persoalan akhlak.

Pertama, mewujudkan ketenteraman dan ketenangan bagi individu. Kedua, akhlak merupakan sarana yang agung dalam dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini bisa dilacak dan saksikan, bahwa  di negeri Indonesia dakwah Islam tersebar melalui para pedagang dan ulama yang berakhlak mulia. Ketiga, Untuk membangun individu dan bangsa dengan pembangunan yang benar di atas pondasi yang kokoh berupa iman dan akhlak yang baik.

Arif Rahmat, Santri MBS Smamsatu ketika menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Qolam pada Jumat (28/1/2022)

Di akhir khutbahnya, Arif menyampaikan, ada berbagai macam cara agar umat islam dapat mencapai akhlaqul kharimah. Di antaranya, berakidah lurus. Dikatakan, perilaku merupakan buah dari pemikiran dan akidah yang dipegang oleh seseorang. Penyimpangan perilaku merupakan buah dari cacat dalam akidah. Akidah itu, katanya, wilayah keimanan. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

Apabila akidah seseorang itu benar, maka akhlaknya akan ikut baik. Dengan demikian akidah yang benar akan membawa pemiliknya kepada akhlak yang baik dan mencegahnya dari akhlak yang buruk atau mungkar.

Selain terkait akidah yang lurus, setiap pribadi Muslim perlu berdoa, mujahadah, dan muhasabah. Muhasabah dilakukan dengan nantiasa mengevaluasi dirinya, bila mendapati dirinya melakukan akhlak yang tercela. Muhasabah diperlukan agar mau memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya.

“Selain itu, kita perlu kembangkan sikap proporsional dan seimbang, tidak ekstrim, sabar dan berani mengambil risiko dalam setiap tindakan,” katanya.

Secara terspisah, Waka Ismuba, Marzuki Yatim, SPd. Fis, menyampaikan, khutbah Jumat yang dilakukan siswa merupakan wadah untuk menyiapkan kader-kader muhammadiyah yang berintegras dan berwawasan ke-Islaman yang luas.

Alhamdulillah cara penyampaian khutbah tadi bagus. Penegasan-penegasan tentang akhlak dipaparkan dengan jelas dan gambling, sehingga mengingatkan semua pihak untuk menjadi pribadi yang baik,” ujarnya.

Sementara Ainul Mutaqqin, SP, MPd, Kepala Smamsatu Gresik, mengatakan, khutbah Jumat ini adalah sarana untuk mengajarkan pada para santri tentang cara penyampian dakwah, sehingga ketika mereka kembali dari MBS sudah siap untuk berdakwah di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Baca Juga:  Smamsatu Bentuk Takmir Masjid Dan Wartawan Muda Sekolah

“Secara keseluruhan khutbah yang disampaikan sudah bagus. Akan tetapi, harus terus ditingkatkan agar ke depan materi yang disampaikan benar-benar mencerahkan dan bermanfaat bagi ummat,” kata Ainul. (*)

Kontributor:

Wiwit Dwi Wahyu, S.Hum

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00