Select Page

SMAM1GRESIK.SCH.ID — Belakangan, program “Merdeka Belajar” yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi perhatian banyak kalangan. Gagasan yang dikeluarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan, yang banyak melibatkan partisipasi peserta didik. Salah satu model pembelajaran dalam program merdeka belajar ini adalah model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pembelajaran Kontekstual merupakan proses belajar yang holistic dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dan mengaitkannya dalam konsteks kehidupan sehari-hari, sehingga siswa memiliki pengetahuan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya (Hasibuan & Pd, 2014).

SMA Muhammadiyah 1 Gresik berkesempatan menjalin kerjasama dengan Pengadilan Negeri Gresik Kelas 1A dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran kontekstual materi permasalahan sosial. Kegaiatan ini diawali dengan kunjungan langsung yang dilakukan oleh siswa-siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik ke Pengadilan Negeri Gresik Kelas 1A yang berlokasi di Jl. Permata Selatan No. 6 Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Pengadilan Negeri Gresik Kelas 1A merupakan Pengadilan Hubungan Industrial yang mana mengingat daerah Gresik sendiri adalah daerah dengan sektor indrustri yang berkembang dengan pesat.

Siswa Smamsatu mengunjungi ruang sidang pengadilan negeri Gresik.

Kegiatan pembelajaran kontekstual ini lakukan oleh siswa-siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang diselenggarakan selama sepekan. Dalam kegiatan ini siswa-siswa diajak untuk merefleksikan mengenai materi permasalahan sosial yang ada dalam mata pelajaran Sosiologi. Guru Pendamping dalam kegiatan pembelajaran kontekstual, Dwi Ayu Kurniawati, S.Sosio memaparkan bahwa “Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai dari hari selasa (20/09/2022) hingga selasa depan (27/09/2022). Kegiatan ini diikuti oleh kelas seluruh kelas XI, sementara yang sudah ikut kelas soshum B1 dan B2. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pembelajaran kontekstual yang kebetulan ada kerjasama antara SMA Muhammadiyah 1 Gresik dengan Pengadilan Negeri Hubungan Industrial Gresik kelas 1A. Nah kebetulan juga kerjasama ini sesuai dengan tema yang sedang kita bahas mengenai masalah sosial yang terjadi masyarakat.” Ujarnya.

Baca Juga:  SMAMSATU Raih Juara Umum Lomba Pidato Bahasa Inggris ME Awards 2020, Inilah Rahasianya

Permasalahan Sosial seperti yang kita ketahui sangat kental dengan kehidupan sehari-hari dimasyarakat. Masalah sosial memiliki cakupan yang sangat luas seperti penyalahgunaan narkoba, kejahatan seksual, kenakalan remaja, terorisme dan lain sebagainya. Hal-hal yang tidak cukup memuaskan rasa keingintahuan anak didik dewasa ini dapat juga kita salurkan melalui pengalamannya secara langsung dalam menghadapi permasalah sosial, salah satunya dengan belajar secara langsung mengenai permasalahan sosial dalam masyarakat yang telah ditangani oleh Pengadilan Negeri Gresik Kelas 1A ini. Dwi Ayu menambahkan “Dengan belajar langsung di Pengadilan anak-anak menjadi tau mengenai proses penanganannya (masalah sosial), solusi yang diberikan serta upaya-upaya preventif dan represif yang bisa dilakukan agar tidak terjadi tindak kejahatan tersebut. Untuk saat ini, karena kerjasama yang terjalin adalah dengan pihak Pengadilan Negeri maka pembelajaran kontekstual yang bisa dilakukan adalah seputar permasalahan sosial. Mungkin kedepannya bisa juga studi konstekstual pada pengadilan agama atau bahkan dengan dinas-dinas lain yang insyaalloh juga nanti bisa teralisasi asalkan temanya sesuai dengan materi-materi yang diajarkan di pembelajaran merdeka.”

Siswa Smamsatu melakukan kegiatan diskusi bersama pimpinan pengadilan negeri Gresik.

Dengan pembelajaran kontekstual ini siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Gresik mendapatkan ilmu tambahan seperti ilmu dasar bahwa di Pengadilan itu ada penggugat, tergugat, pengacara, hakim dan jaksa. Siswa juga jadi termotivasi untuk kedepannya untuk mengejar cita-cita. Mereka mendapatkan pengalaman secara langsung dan informasi dari sumber yang terpercaya. Farel salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang mengikuti kegiatan pembelajaran konstekstual ini mengungkapkan, “Pengalaman saya mengunjungi Pengadilan Negeri Gresik ini sangat berkesan. Disana saya diajak masuk keruang persidangan. Saya disana berdo’a supaya kelak bisa menjadi salah satu hakim yang memimpin jalannya persidangan.”

Baca Juga:  Smamsatu Dinobatkan Outstanding School di ME Awards 2022

Pembelajaran konstekstual ini sangat bagus karena dapat memudahkan dalam memberikan stimulus dari materi pembelajaran yang disampaikan. Sebagaimana yang disampaikan Dwi Ayu selaku guru mata pelajaran Sosiologi, “bahwa dalam memulai pembelajaran tidak melulu anak-anak harus berada dikelas, harus ada stimulus yang bisa mengantarkan anak didik pada pemahaman yang akan mereka konstruksikan. Mengenai permaslahan sosial, kalau dilihat dari sudut pandang ilmu sosiologi kita tidak bisa menjudge suatu fenomena sosial itu baik atau buruk, tapi lebih kepada menjelaskan fenomena, dari proses mengetahui itu kemudian memahami bagaimana suatu permasalahan sosial bisa terselesaikan dengan baik.” tutupnya.

Penulis: Evi Damayanti S.Pd. M.H

 

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00