Select Page

Semua manusia di bumi ini tidak ada yang tahu kapan dan di mana akan mengalami kematian. Seribu satu cara kematian tak terduga sering dijumpai dalam kehidupan di dunia yang singkat ini. Oleh karena itu, persiapkan diri menyongsong kematian dengan membersihkan hati.

Hal itu disampaikan oleh Muharningsih, SPd, MPd. dalam kultum Jumat pagi (18/02/2022) di Masjid Al Qolam SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Wakil kepala sekolah urusan kesiswaan ini mengawali kultumnya dengan menceritakan betapa pedihnya seseorang yang ditinggal selamanya oleh orang tua, saudara atau kerabatnya. Hal ini merujuk pada kejadian yang dialaminya sendiri, yaitu pada saat ia harus menerima kabar duka kematian sang kakak tercinta dua minggu yang lalu.

Guru yang hanya memiliki satu saudara kandung ini kemudian membaca Al Quran surat Arrohman ayat 26-27:

كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٍ (26) وَّيَبۡقٰى وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو الۡجَلٰلِ وَالۡاِكۡرَامِ‌ۚ (27)

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26). Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal (27).”

Persiapkan Diri Menuju Kematian

Kematian sesungguhnya adalah hak Allah, sedangkan manusia hanya berikhtiar dan berdoa agar kematiannya khusnul khotimah. Salah satu ikhtiarnya adalah dengan menjaga hati agar tetap bersih, hingga pada saatnya menghadap Allah yang Maha Agung.

“Jangan sampai kita dipanggil Allah dalam kondisi hati masih menaruh kebencian, marah atau sakit hati kepada seseorang,” pesan Guru yang mendapat gelar Guru Terdisiplin dari siswa Smamsatu ini.

Muharningsih juga menceritakan bagaimana sang kakak berpesan beberapa hari sebelum kematiannya. Sang kakak berpesan agar Ningsih, panggilan akrabnya, tidak banyak merepotkan orang lain. Ia menjadikan pesan ini sebagai pelajaran, bahwa sebagai manusia hendaklah tidak menyusahkan orang lain, karena sebaik-baik orang itu hidup dengan apa adanya.

Baca Juga:  Kepala SMA Muhamadiyah 1 Palembang: "Satu Kata Buat Smamsatu Gresik, MENTERENG!

Sebagai manusia yang diciptakan dengan memiliki hawa nafsu, kewajiban setiap manusia pula untuk bisa menahannya. Hal itu agar hidup senantiasa sesuai dengan kemampuan. Pada gilirannya, ia tidak sering merepotkan orang lain dalam banyak hal untuk memenuhi keinginan manusia yang memang tidak terbatas.

Selanjutnya, Muharningsih juga menyampaikan agar tetap menjaga ketawakalan kepada Allah dan menjaga ikhtiar, agar hidup lebih berkah. “Umur tak perlu Panjang, yang penting berkah,” tandasnya.(*)

Penulis: Fadhilah dan Mutri.

Bagikan Konten Ini Melalui:
× WhatsApp Admin Available from 07:00 to 21:00